GBI Sentral Citra Maja Gereja Bethel Indonesia
Halaman
BerandaJadwal IbadahRenungan HarianBaca AlkitabTembok DoaPermainan Tebak AyatKegiatanGaleriWarta Jemaat
Terhubung
Isi kartu tamuDaftar jemaatIkut komselHubungi kamiPetunjuk arah
Jadwal Ibadah
Ibadah RayaMinggu, 16.00 WIB
SCM KidsMinggu, 16.10 WIB
Lihat jadwal lengkap

YUNUS 4

11 ayat, 258 kata · Alkitab Yang Terbuka

Belas Kasihan Allah Membuat Yunus Marah

Allah Mengasihi Bangsa-Bangsa Lain

1Akan tetapi, hal itu tidak menyenangkan hati Yunus sehingga ia menjadi marah.Bagikan

2Ia berdoa kepada TUHAN, katanya, “Oh TUHAN, bukankah ini yang sudah kukatakan ketika aku masih ada di negeriku? Itu sebabnya, dahulu aku melarikan diri ke Tarsis karena aku tahu, Engkau adalah Allah yang pengasih dan penyayang, lambat untuk marah, dan berlimpah kasih setia, serta menyesal atas hukuman yang akan ditimpakan.Bagikan

3Sekarang, ya TUHAN, ambillah nyawaku, sebab lebih baik aku mati daripada hidup.”Bagikan

4Lalu, TUHAN berfirman, “Pantaskah kamu marah?”Bagikan

5Kemudian, Yunus meninggalkan kota dan tinggal di sebelah timur kota itu. Di sana, ia mendirikan sebuah pondok, lalu duduk berteduh sambil melihat apa yang akan terjadi atas kota itu.Bagikan

6Lalu, TUHAN Allah mengutus pohon jarak kecil dan membuatnya tumbuh melampaui Yunus sehingga menaungi kepalanya untuk melepaskan kekesalan hatinya. Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.Bagikan

7Akan tetapi, saat fajar menyingsing keesokan harinya, Allah mengirim seekor ulat untuk menyerang pohon jarak itu hingga layu.Bagikan

8Ketika matahari terbit, Allah mengutus angin timur yang panas terik dan matahari menyakiti kepala Yunus sehingga ia hampir pingsan sampai ia meminta supaya mati saja, katanya, “Lebih baik mati daripada hidup.”Bagikan

9Lalu, Allah berfirman kepada Yunus, “Pantaskah kamu marah karena pohon jarak itu?” Yunus menjawab “Aku pantas marah bahkan sampai mati.”Bagikan

10TUHAN berfirman, “Kamu menyayangkan pohon jarak itu, yang tidak kamu usahakan dan tidak kamu tumbuhkan, yang tumbuh dalam semalam dan binasa dalam semalam juga.Bagikan

11Tidakkah Aku seharusnya menyayangkan Niniwe, kota yang besar itu, yang berpenduduk lebih dari 120.000 orang, yang tidak dapat membedakan antara tangan kanan dan tangan kiri, yang juga ternaknya sangat banyak?”Bagikan