GBI Sentral Citra Maja Gereja Bethel Indonesia
Halaman
BerandaJadwal IbadahRenungan HarianBaca AlkitabTembok DoaPermainan Tebak AyatKegiatanGaleriWarta Jemaat
Terhubung
Isi kartu tamuDaftar jemaatIkut komselHubungi kamiPetunjuk arah
Jadwal Ibadah
Ibadah RayaMinggu, 16.00 WIB
SCM KidsMinggu, 16.10 WIB
Lihat jadwal lengkap

YESAYA 38

22 ayat, 444 kata · Alkitab Yang Terbuka

Penyakit Hizkia

Nyanyian Hizkia

1Pada hari-hari itu, Hizkia jatuh sakit dan hampir mati. Nabi Yesaya, anak Amos, datang menemuinya dan berkata, “Inilah firman TUHAN: ‘Sampaikan pesan terakhirmu kepada keluargamu karena kamu akan mati; kamu tidak akan sembuh.’”Bagikan

2Lalu, Hizkia memalingkan mukanya ke dinding dan berdoa kepada TUHAN,Bagikan

3katanya, “Ingatlah kiranya, ya TUHAN, bagaimana aku telah hidup di hadapan-Mu dengan setia dan tulus hati, serta melakukan apa yang baik di mata-Mu.” Hizkia pun menangis tersedu-sedu.Bagikan

4Lalu, firman TUHAN datang kepada Yesaya,Bagikan

5“Pergi dan katakan kepada Hizkia, ‘Inilah firman TUHAN, Allah Daud, nenek moyangmu, ‘Aku telah mendengar doamu; Aku telah melihat air matamu. Sesungguhnya, Aku akan menambahkan umurmu 15 tahun lagi.Bagikan

6Aku akan melepaskanmu dan kota ini dari tangan raja Asyur, dan Aku akan mempertahankan kota ini.’’”Bagikan

7Inilah yang akan menjadi tanda bagimu dari TUHAN, bahwa TUHAN akan melakukan firman yang telah disampaikan-Nya itu:Bagikan

8“Lihatlah, Aku akan membuat bayangan yang dihasilkan oleh matahari yang turun pada penunjuk matahari buatan Ahas mundur sepuluh tapak.” Maka, bayangan matahari mundur sepuluh tapak dari tempatnya semula.Bagikan

9Inilah tulisan Hizkia, raja Yehuda, setelah dia sakit dan kembali sembuh:Bagikan

10Aku berkata, “Di tengah-tengah kehidupanku,aku harus pergi ke gerbang dunia orang matidan aku kehilangan sisa tahun-tahunku.”Bagikan

11Aku berkata, “Aku tidak akan melihat TUHAN, TUHAN di negeri orang-orang yang hidup.Aku tidak akan lagi melihat manusia di antara penduduk dunia.Bagikan

12Kediamanku dicabutdan disingkirkan dariku seperti kemah seorang gembala.Seperti penenun, aku menggulung hidupku,Dia memotongku dari peralatan tenun.Dari siang hingga malam, Engkau membawaku kepada akhir.Bagikan

13Aku menenangkan jiwaku sampai pagi.Seperti seekor singa, Dia meremukkan semua tulangku.Dari siang hingga malam, Engkau membawaku kepada akhir.Bagikan

14Seperti burung walet atau burung bangau, aku mencicit;aku merintih seperti burung merpati.Mataku lelahkarena menengadah.Ya Tuhan, aku tertekan,jadilah penjaminku.”Bagikan

15“Apa yang harus kukatakan?Dia sudah berfirman kepadakudan Dia sendiri telah melakukannya.Aku akan berjalan pelan-pelan sepanjang tahun-tahunkukarena kepahitan jiwaku.Bagikan

16Ya Tuhan, oleh hal-hal inilah manusia hidup,dan di dalam semua inilah jiwaku hidup.Berikanlah aku kesehatandan biarkanlah aku tetap hidup.Bagikan

17Lihatlah, demi keselamatankulahaku mengalami kepahitan yang hebat.Dalam kasih, Engkau telah melepaskan hidupkudari lubang kebinasaan.Engkau telah membuang semua dosakuke balik punggung-Mu.Bagikan

18Sebab, dunia orang mati tidak dapat bersyukur kepada-Mu,kematian tidak dapat memuji-Mu.Dia yang turun ke lubang maut tidak dapat mengharapkan kebenaran-Mu.Bagikan

19Yang hidup, yang hidup, dialah yang akan bersyukur kepada-Mu,seperti aku hari ini.Ayah akan memberi tahu anak-anaknyatentang kesetiaan-Mu.Bagikan

20TUHAN akan menyelamatkan aku.Karena itu, kami akan menyanyi dengan kecapiseumur hidup kami di rumah TUHAN.”Bagikan

21Lalu, Yesaya berkata, “Ambillah sekepal kue ara dan taruhlah pada luka itu, maka dia akan sembuh.”Bagikan

22Sedangkan Hizkia bertanya, “Apakah tandanya bahwa aku akan pergi ke rumah TUHAN?”Bagikan