GBI Sentral Citra Maja Gereja Bethel Indonesia
Halaman
BerandaJadwal IbadahRenungan HarianBaca AlkitabTembok DoaPermainan Tebak AyatKegiatanGaleriWarta Jemaat
Terhubung
Isi kartu tamuDaftar jemaatIkut komselHubungi kamiPetunjuk arah
Jadwal Ibadah
Ibadah RayaMinggu, 16.00 WIB
SCM KidsMinggu, 16.10 WIB
Lihat jadwal lengkap

YEHEZKIEL 19

14 ayat, 283 kata · Alkitab Yang Terbuka

Nyanyian Duka tentang Raja Israel

1“Dan kamu, naikkanlah ratapan untuk para pemimpin Israel,Bagikan

2dan katakan, ‘Siapakah ibumu? Seekor singa betina,di antara singa-singa ia berbaring.Di antara singa-singa muda,ia mengasuh anak-anaknya.Bagikan

3Ia membesarkan salah satu dari anak-anaknya,anaknya itu menjadi singa muda.Anaknya itu belajar menerkam mangsa,ia melahap manusia.’”Bagikan

4“Bangsa-bangsa mendengar tentang dirinya,ia tertangkap dalam jerat mereka,dan mereka membawanya dengan kaitke negeri Mesir.”Bagikan

5“Ketika induk singa itu mengetahui bahwa ia menanti dengan sia-sia,bahwa pengharapannya lenyap,ia mengambil anaknya yang laindan membesarkannya menjadi singa muda.Bagikan

6Anaknya ini berjalan di antara singa-singa,ia menjadi singa muda,dan belajar menerkam mangsa,ia melahap manusia,Bagikan

7dan menghampiri janda-janda mereka, menghancurkan kota-kota mereka,dan negeri itu terkejut, juga semua yang tinggal di dalamnya, karena suara aumannya.Bagikan

8Lalu, bangsa-bangsa bersiap menyerangnya dari provinsi-provinsi di segala penjuru.Mereka menebarkan jaring ke atasnya, ia tertangkap dalam liang mereka.Bagikan

9Mereka mengurungnya dalam sebuah kandangdengan kait,dan membawanya kepada raja Babel.Mereka membawanya ke dalam penjarasehingga suaranya takkan terdengar lagi di gunung-gunung Israel.”Bagikan

10“Ibumu seperti pohon angguryang ditanam dekat air.Ia berbuah,dan penuh dengan cabang karena air yang melimpah.Bagikan

11Ia mempunyai cabang-cabang yang kuat,yang cocok untuk tongkat-tongkat kerajaan,milik para penguasa,pohon itu naik tinggi di antara cabang-cabang yang lebat,sehingga ia terlihat dalam ketinggiannya dengan banyaknya cabangnya.Bagikan

12Namun, pohon anggur itu dicabut dalam kemarahan,ia dilemparkan ke tanah.Angin timur mengeringkan buahnya,cabangnya yang kuat dihancurkan dan menjadi layu; api melahapnya.”Bagikan

13“Sekarang, pohon anggur itu ditanam di padang belantara,di tanah yang kering dan gersang.Bagikan

14Api telah keluar dari cabangnyadan telah memakan habis buahnya,sehingga tidak ada cabang yang kuat padanya,untuk dijadikan tongkat kerajaan.”“Ini adalah sebuah ratapan, dan telah menjadi sebuah ratapan.”Bagikan