Hikmat yang Benar
Tidak Ada Manusia yang Benar-Benar Baik
Pengejaran Hikmat yang Mengecewakan
1Nama baik lebih baik daripada minyak yang baik,dan hari kematian daripada hari kelahiran.Bagikan
2Lebih baik pergi ke rumah duka daripada pergi ke rumah pesta,karena itulah akhir semua manusia,dan yang hidup akan menaruhnya dalam hati.Bagikan
3Kesedihan lebih baik daripada tawa,karena dengan wajah sedih,hati menjadi lebih baik.Bagikan
4Hati orang berhikmat ada di rumah duka,tetapi hati orang bodoh ada di rumah pesta.Bagikan
5Lebih baik bagi seseorang untuk mendengarkan teguran orang berhikmatdaripada mendengarkan nyanyian orang bodoh.Bagikan
6Sebab, bagaikan bunyi duri yang terbakar di bawah kuali,seperti itulah tawa orang bodoh.Ini pun kesia-siaan.Bagikan
7Sungguh, penindasan membuat orang berhikmat menjadi bodoh,dan suap menghancurkan hati.Bagikan
8Lebih baik akhir dari suatu perkaradaripada awalnya.Kesabaran roh lebih baikdaripada kesombongan roh.Bagikan
9Jangan tergesa-gesa marah dalam rohmu,karena kemarahan tinggal dalam dada orang bodoh.Bagikan
10Jangan berkata, “Mengapa hari-hari sebelumnya lebih baik daripada ini?”karena bukan dari hikmat kamu mengatakannya.Bagikan
11Hikmat, seperti warisan, adalah suatu keuntungan bagi mereka yang melihat matahari.Bagikan
12Sebab, perlindungan terhadap hikmat sama seperti perlindungan terhadap uang, tetapi keunggulan pengetahuan adalah bahwa hikmat menghidupkan pemiliknya.Bagikan
13Pandanglah pekerjaan Allah! Sebab, siapa yang sanggup meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?Bagikan
14Pada hari yang baik, bergembiralah. Namun, pada hari yang malang, pandanglah bahwa Allah telah menjadikan yang satu seperti yang lainnya. Karena itu, tidak ada seorang pun yang sanggup mengetahui apa pun yang akan terjadi sesudah dia.Bagikan
15Dalam hari-hariku yang sia-sia, aku sudah melihat semuanya. Ada orang benar yang binasa dalam kebenarannya, dan ada orang fasik yang bertahan dalam kejahatannya.Bagikan
16Jangan menjadi terlalu benar, dan jangan begitu berhikmat. Mengapa kamu harus membinasakan dirimu sendiri?Bagikan
17Jangan terlalu fasik, dan jangan menjadi bodoh. Mengapa kamu harus mati sebelum waktumu?Bagikan
18Baik jika kamu memegang yang ini, dan tidak melepaskan yang satunya dari tangan. Sebab, orang yang takut akan Allah akan keluar dari semua itu.Bagikan
19Hikmat memberikan kekuatan kepada orang berhikmat melebihi sepuluh pemimpin yang ada di sebuah kota.Bagikan
20Sebab, tidak ada manusia yang benar di atas bumi ini, yang berbuat baik, dan tidak pernah berdosa.Bagikan
21Selain itu, jangan menaruh semua perkataan yang diucapkan orang dalam hatimu supaya jangan sampai kamu mendengar pelayanmu mengutukimu.Bagikan
22Sebab, hatimu tahu bahwa kamu juga kerap kali mengutuki orang lain.Bagikan
23Semua ini sudah kuuji dengan hikmatku. Aku berkata, “Aku hendak menjadi berhikmat,” tetapi hal itu jauh dariku.Bagikan
24Apa yang ada itu jauh dan sangat dalam. Siapa dapat menemukannya?Bagikan
25Aku memalingkan hatiku untuk mengetahui, menyelidiki, dan mencari hikmat dan kesimpulan, dan untuk memahami bahwa kefasikan itu kebodohan, dan kebebalan itu kegilaan.Bagikan
26Aku menemukan sesuatu yang lebih menyakitkan daripada kematian, yaitu perempuan yang hatinya adalah jaring dan jerat, dan yang tangannya adalah rantai. Orang yang disukai Allah akan terhindar darinya, tetapi orang berdosa ditangkap olehnya.Bagikan
27“Lihatlah,” kata Pengkhotbah, “inilah yang kutemukan dengan menambahkan satu demi satu untuk menemukan kesimpulan,Bagikan
28yang masih dicari oleh jiwaku, tetapi tidak kutemukan. Aku telah menemukan satu orang di antara ribuan, tetapi seorang perempuan belum aku temukan di antara semuanya itu.Bagikan
29Lihatlah, hanya ini yang kutemukan, bahwa Allah menjadikan manusia benar, tetapi mereka mencari banyak dalih.”Bagikan