Hukum Allah dan Tradisi Manusia
Iman Seorang Wanita Siro-Fenisia
Orang yang Tuli Disembuhkan
1Ketika orang-orang Farisi dengan beberapa ahli Taurat, yang datang dari Yerusalem, berkumpul menemui Yesus,Bagikan
2mereka melihat beberapa murid Yesus makan roti dengan tangan najis, karena tidak membasuh tangannya .Bagikan
3Orang-orang Farisi dan semua orang Yahudi tidak akan makan, kecuali mereka membasuh tangannya sesuai dengan tradisi nenek moyang yang mereka pegang.Bagikan
4Dan, jika mereka kembali dari tempat umum, mereka tidak akan makan sebelum membasuh tangannya. Dan, ada banyak tradisi lain yang mereka pegang, seperti pembasuhan cawan-cawan, kendi-kendi, dan bejana-bejana tembaga.Bagikan
5Karena itu, orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat bertanya kepada Yesus, “Mengapa murid-murid-Mu tidak hidup menurut tradisi nenek moyang, tetapi makan roti dengan tangan yang najis?”Bagikan
6Yesus berkata kepada mereka, “Yesaya telah bernubuat dengan benar tentang kamu, hai orang-orang munafik, ada tertulis:‘Bangsa ini menghormati Aku dengan bibir mereka,tetapi hati mereka jauh dari Aku.Bagikan
7Sia-sia mereka menyembah Akukarena mengajarkan perintah-perintah manusia sebagai ajaran.’ Yesaya 29:13Bagikan
8Kamu mengabaikan perintah Allah, tetapi berpegang kuat pada tradisi manusia.”Bagikan
9Lalu, Yesus juga berkata kepada mereka, “Dengan cerdik kamu menolak perintah Allah untuk dapat mempertahankan tradisimu sendiri.Bagikan
10Musa berkata, ‘Hormatilah ayahmu dan ibumu’ , dan, ‘Siapa yang mengutuk ayahnya atau ibunya harus dihukum mati.’Bagikan
11Namun, kamu berkata jika orang berkata kepada ayahnya atau ibunya, ‘Yang harus aku berikan kepada engkau, telah aku berikan sebagai persembahan kepada Allah,’Bagikan
12orang itu tidak lagi mempunyai kewajiban terhadap ayah atau ibunya,Bagikan
13dengan begitu kamu membatalkan firman Allah dan menggantinya dengan tradisi yang sudah turun-temurun. Dan, kamu melakukan banyak sekali hal seperti itu.”Bagikan
14Sekali lagi, Yesus memanggil orang-orang dan berkata kepada mereka, “Dengarlah Aku, hai kamu semua, dan pahamilah.Bagikan
15Tidak ada apa pun dari luar manusia yang jika masuk ke dalam dirinya dapat menajiskannya , tetapi hal-hal yang keluar dari manusialah yang menajiskannya.”Bagikan
16“Jika seseorang mempunyai telinga untuk mendengar, biarlah dia mendengar! ”Bagikan
17Lalu, ketika Yesus masuk ke rumah dan meninggalkan orang-orang itu, murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya tentang perumpamaan itu.Bagikan
18Dan, Dia berkata kepada mereka, “Apakah kamu juga tidak mengerti? Tidakkah kamu tahu bahwa apa yang dari luar dan masuk ke dalam manusia tidak akan menajiskannya?Bagikan
19Sebab, yang masuk itu tidak masuk ke dalam hatinya, tetapi ke perutnya, dan kemudian keluar ke dalam jamban.” (Dengan demikian, Yesus menyatakan bahwa semua makanan halal.)Bagikan
20Lalu, Dia berkata, “Apa yang keluar dari manusialah yang menajiskannya.Bagikan
21Sebab, dari dalam, dari hati manusia, muncul pikiran-pikiran jahat, dosa-dosa seksual, pencurian, pembunuhan,Bagikan
22perzinaan, keserakahan, kejahatan, tipu daya, hawa nafsu, iri hati, fitnah, kesombongan, dan kebodohan .Bagikan
23Semua yang jahat itu datang dari dalam, dan itulah yang menajiskan manusia.”Bagikan
24Dari tempat itu, Yesus bangun dan pergi ke wilayah Tirus dan Sidon. Dia masuk ke sebuah rumah dan tidak ingin ada orang yang tahu, tetapi Dia tidak bisa luput dari perhatian.Bagikan
25Segera seorang wanita yang mendengar tentang Yesus, yang anak perempuannya kerasukan roh najis, datang dan sujud di kaki Yesus.Bagikan
26Wanita itu adalah orang Yunani, lahir di Siro-Fenisia. Dia memohon kepada Yesus untuk mengusir keluar setan itu dari anaknya.Bagikan
27Yesus berkata kepada wanita itu, “Biarkanlah anak-anak makan sampai kenyang terlebih dahulu. Sebab, tidak adil kalau mengambil roti kepunyaan anak-anak dan melemparkannya kepada anjing-anjing .”Bagikan
28Akan tetapi, wanita itu menjawab Yesus, “Benar, Tuhan. Namun, anjing-anjing yang ada di bawah meja hanya makan remah-remah dari anak-anak itu.”Bagikan
29Lalu, Yesus berkata kepada wanita itu, “Dari apa yang kamu katakan ini, kamu boleh pergi, karena Setan itu sudah keluar dari anakmu.”Bagikan
30Kemudian, wanita itu kembali ke rumah dan menemukan anaknya sedang berbaring di tempat tidur, dan setannya sudah pergi.Bagikan
31Kemudian, Yesus kembali dari wilayah Tirus dan pergi melewati Sidon menuju ke Danau Galilea, di wilayah Dekapolis.Bagikan
32Lalu, mereka membawa kepada Yesus seorang yang tuli dan sulit berbicara. Mereka memohon kepada Yesus untuk meletakkan tangan-Nya atas dia.Bagikan
33Yesus membawa orang itu ke samping menjauhi kumpulan orang banyak dan memasukkan jari-Nya ke dalam telinga orang itu, lalu Dia meludah, dan menjamah lidahnya.Bagikan
34Yesus menengadah ke langit, Dia menarik napas panjang dan berkata, “Efata!”, artinya “Terbukalah!”Bagikan
35Segera telinga orang itu terbuka, ikatan di lidahnya terlepas, dan dia berbicara dengan jelas.Bagikan
36Yesus melarang mereka memberi tahu siapa pun. Akan tetapi, semakin Dia melarang mereka, semakin bersemangat mereka memberitakannya.Bagikan
37Mereka benar-benar takjub dan berkata, “Dia telah melakukan segala sesuatu dengan baik. Dia bahkan membuat orang tuli mendengar dan orang bisu berbicara.”Bagikan