GBI Sentral Citra Maja Gereja Bethel Indonesia
Halaman
BerandaJadwal IbadahRenungan HarianBaca AlkitabTembok DoaPermainan Tebak AyatKegiatanGaleriWarta Jemaat
Terhubung
Isi kartu tamuDaftar jemaatIkut komselHubungi kamiPetunjuk arah
Jadwal Ibadah
Ibadah RayaMinggu, 16.00 WIB
SCM KidsMinggu, 16.10 WIB
Lihat jadwal lengkap

1 SAMUEL 16

23 ayat, 556 kata · Alkitab Yang Terbuka

Samuel Pergi ke Betlehem

Roh Jahat Mengganggu Saul

1TUHAN berfirman kepada Samuel, “Berapa lama lagi kamu akan berdukacita atas Saul karena Aku menolak dia sebagai raja atas Israel? Isilah tandukmu dengan minyak, dan pergilah. Aku akan mengutusmu kepada Isai, orang Betlehem itu, sebab Aku telah memilih seorang anak laki-lakinya menjadi raja.”Bagikan

2Akan tetapi, Samuel berkata, “Bagaimana aku dapat pergi? Jika Saul mendengarnya, dia akan membunuhku.” TUHAN berfirman, “Bawalah seekor sapi muda di tanganmu, dan katakan, ‘Aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN.’Bagikan

3Undanglah Isai dalam upacara pengurbanan itu, dan Aku akan memberi tahu kepadamu apa yang harus kaulakukan. Urapilah orang yang akan Kusebutkan kepadamu.”Bagikan

4Samuel melakukan apa yang difirmankan TUHAN. Ketika dia sampai di Betlehem, para tua-tua di kota itu menyambutnya dan berkata, “Apakah engkau datang membawa damai?”Bagikan

5Samuel menjawab, “Jangan khawatir, aku datang untuk mempersembahkan kurban kepada TUHAN. Kuduskanlah dirimu dan datanglah bersamaku ke upacara pengurbanan ini.” Lalu, dia menguduskan Isai dan anak-anaknya laki-laki, dan mengundang mereka ke upacara pengurbanan.Bagikan

6Ketika mereka datang, dia melihat Eliab, pikirnya, “Sesungguhnya, orang yang diurapi TUHAN ada di hadapan-Nya.”Bagikan

7Akan tetapi, TUHAN berfirman kepada Samuel, “Jangan melihat wajahnya atau sosok tubuhnya yang tinggi, sebab Aku telah menolak dia. Allah tidak melihat seperti manusia melihat, sebab manusia melihat yang ada di depan mata, tetapi TUHAN melihat hati.”Bagikan

8Kemudian, Isai memanggil Abinadab dan berjalan di depan Samuel. Akan tetapi, Samuel berkata, “TUHAN tidak memilih orang ini.”Bagikan

9Lalu, Isai menyuruh Syama berjalan, tetapi Samuel berkata, “TUHAN juga tidak memilih orang ini.”Bagikan

10Demikianlah Isai menyuruh ketujuh anaknya berjalan melewati Samuel. Namun, Samuel berkata kepada Isai, “TUHAN tidak memilih semuanya ini.”Bagikan

11Kemudian, Samuel bertanya kepada Isai, “Inikah semua anakmu?” Jawabnya, “Masih tersisa yang bungsu, kebetulan dia sedang menggembalakan kambing domba.” Samuel berkata kepada Isai, “Suruhlah orang memanggil dia, sebab kita tidak akan duduk sampai dia datang ke sini.”Bagikan

12Lalu, Isai menyuruh orang untuk menjemput dia. Dia itu kemerah-merahan, matanya indah, dan wajahnya tampan. TUHAN berfirman, “Bangkitlah, dan urapilah dia, sebab inilah dia.”Bagikan

13Samuel mengambil tanduk berisi minyak dan mengurapinya di tengah-tengah saudara-saudaranya. Sejak hari itu, Roh TUHAN berkuasa atas Daud dengan luar biasa. Samuel berangkat dan pulang ke Rama.Bagikan

14Roh TUHAN berpaling dari Saul, dan roh jahat dari TUHAN menyiksanya.Bagikan

15Hamba-hamba Saul berkata kepadanya, “Lihatlah, roh jahat yang dari Allah sedang menyiksamu.Bagikan

16Kiranya tuanku memerintahkan hamba-hambamu yang ada di hadapanmu untuk mencari seseorang yang pandai memetik kecapi. Apabila roh jahat dari Allah turun atasmu, dia harus memetik kecapi dengan tangannya sehingga engkau merasa nyaman.”Bagikan

17Saul berkata kepada hamba-hambanya itu, “Carikanlah untukku seseorang yang dapat memetik kecapi dengan baik, dan bawalah dia kepadaku.”Bagikan

18Salah seorang dari hamba itu berkata, “Sesungguhnya, aku melihat anak Isai, orang Betlehem itu, yang pandai memetik kecapi. Dia seorang yang gagah perkasa, seorang prajurit, pandai bicara, dan seorang yang tampan. TUHAN menyertai dia.”Bagikan

19Kemudian, Saul mengirim beberapa pesuruh kepada Isai, dengan pesan, “Utuslah anakmu, Daud, anakmu laki-laki, bersama kambing domba itu.”Bagikan

20Lalu, Isai mengambil seekor keledai yang dimuati dengan roti, sekantong air anggur, dan seekor anak kambing, dan semuanya itu dikirim dengan perantaraan Daud, anaknya.Bagikan

21Daud datang menghadap Saul dan menjadi pelayannya. Saul sangat mengasihinya, dan dia menjadi pembawa senjatanya.Bagikan

22Saul pun menyuruh orang kepada Isai dengan berkata, “Biarlah Daud tetap menjadi pelayanku, sebab dia beroleh kasih sayang dalam pandanganku.”Bagikan

23Setiap kali roh jahat yang dari Allah turun atas Saul, Daud mengambil kecapi dan memainkannya dengan tangannya. Saul pun merasa lega dan nyaman, dan roh jahat itu menjauh darinya.Bagikan