GBI Sentral Citra Maja Gereja Bethel Indonesia
Halaman
BerandaJadwal IbadahRenungan HarianBaca AlkitabTembok DoaPermainan Tebak AyatKegiatanGaleriWarta Jemaat
Terhubung
Isi kartu tamuDaftar jemaatIkut komselHubungi kamiPetunjuk arah
Jadwal Ibadah
Ibadah RayaMinggu, 16.00 WIB
SCM KidsMinggu, 16.10 WIB
Lihat jadwal lengkap

1 RAJA-RAJA 17

24 ayat, 552 kata · Alkitab Yang Terbuka

Elia dan Musim Kemarau

1Elia, orang Tisbe, seorang pendatang dari Gilead berkata kepada Ahab, “Demi TUHAN, Allah Israel yang hidup, yang aku layani, pada tahun-tahun ini tidak akan ada embun atau hujan, kecuali menurut firman yang kuucapkan.”Bagikan

2Kemudian, firman TUHAN turun kepadanya, firman-Nya,Bagikan

3“Pergilah dari sini dan berbeloklah kamu ke timur dan bersembunyilah di tepi Sungai Kerit yang ada di sebelah timur Sungai Yordan.Bagikan

4Kamu akan minum dari sungai itu dan Aku akan memerintahkan burung-burung gagak untuk memberimu makan di sana.”Bagikan

5Lalu, dia pergi dan bertindak sesuai dengan firman TUHAN. Dia pergi serta tinggal di tepi Sungai Kerit yang ada di sebelah timur Sungai Yordan.Bagikan

6Burung-burung gagak membawakannya roti dan daging setiap pagi, serta roti dan daging setiap petang, dan dia minum dari sungai itu.Bagikan

7Setelah beberapa hari, sungai itu menjadi kering karena tidak ada hujan di tanah itu.Bagikan

8Lalu, firman TUHAN datang kepadanya, firman-Nya,Bagikan

9“Bangkitlah, pergilah ke Sarfat yang ada di Sidon dan tinggallah di sana. Lihatlah, Aku telah memerintahkan seorang janda di sana untuk memberimu makan.”Bagikan

10Dia bangkit dan pergi ke Sarfat. Saat dia datang di pintu gerbang kota, tampak di sana ada seorang janda sedang mengumpulkan kayu bakar. Dia memanggilnya dan berkata, “Tolong bawakan untukku sedikit air di kendi supaya aku dapat minum.”Bagikan

11Saat perempuan itu pergi mengambilnya, dia memanggilnya dan berkata, “Tolong bawakan juga sepotong roti dari tanganmu.”Bagikan

12Namun, dia menjawab, “Demi TUHAN Allahmu yang hidup, tidak ada padaku roti kecuali segenggam penuh tepung dalam tempayan dan sedikit minyak dalam buli-buli. Lihatlah, aku sedang mengumpulkan dua kayu bakar dan aku akan pulang serta mengolahnya untukku dan untuk anak laki-lakiku. Kami akan memakannya, lalu kami akan mati.”Bagikan

13Namun, Elia berkata kepadanya, “Jangan takut. Pergilah dan lakukanlah sesuai dengan perkataanmu, tetapi buatlah dahulu untukku sepotong roti kecil dari apa yang ada di sana dan bawalah kepadaku. Setelah itu, buatlah untukmu dan untuk anak laki-lakimu.Bagikan

14Sebab, beginilah TUHAN, Allah Israel, berfirman, ‘Tepung dalam tempayan itu tidak akan habis dan minyak dalam buli-buli itu juga tidak akan berkurang sampai hari ketika TUHAN menurunkan hujan ke atas muka bumi.’”Bagikan

15Dia pergi dan bertindak sesuai dengan perkataan Elia, maka dia, Elia, serta keluarganya makan di rumahnya sampai berhari-hari.Bagikan

16Tepung dalam tempayan tidak habis dan minyak dalam buli-buli tidak berkurang, sesuai dengan firman TUHAN yang Dia katakan melalui Elia.Bagikan

17Setelah peristiwa itu, anak laki-laki perempuan pemilik rumah itu jatuh sakit, dan sakitnya sangat parah sampai dia tidak bisa bernapas.Bagikan

18Dia berkata kepada Elia, “Apa yang kuperbuat kepadamu, hai abdi Allah? Apakah engkau datang kepadaku untuk mengingatkan dosaku dan untuk membunuh anak laki-lakiku?”Bagikan

19Dia menjawabnya, “Berikanlah anakmu kepadaku.” Dia mengambilnya dari pangkuannya dan membawanya naik ke kamar atas yang dia tinggali di sana, lalu membaringkannya di tempat tidurnya.Bagikan

20Dia berseru kepada TUHAN dan berkata, “Ya TUHAN Allahku, apakah Engkau juga akan mendatangkan malapetaka kepada janda yang telah menerima aku tinggal bersamanya, dengan membunuh anak laki-lakinya?”Bagikan

21Dia mengunjurkan dirinya di atas anak laki-laki itu tiga kali dan berseru kepada TUHAN, katanya, “Ya TUHAN, Allahku, tolonglah, kembalikanlah jiwa anak laki-laki ini ke dalam dirinya.”Bagikan

22TUHAN mendengarkan suara Elia, dan jiwa anak laki-laki itu kembali ke dalam dirinya, dan dia hidup kembali.Bagikan

23Elia mengambil anak itu, membawanya turun dari kamar atas rumah itu dan memberikannya kepada ibunya. Elia berkata, “Lihatlah, anakmu hidup!”Bagikan

24Perempuan itu berkata kepada Elia, “Sekarang ini aku mengetahui bahwa engkau adalah abdi Allah, dan firman TUHAN yang kauucapkan adalah benar.”Bagikan